Beranda Artikel Pest Control Penyakit yang Ditularkan Tikus ke Manusia — Ini…
Penyakit yang Ditularkan Tikus ke Manusia — Ini yang Harus Anda Tahu

Penyakit yang Ditularkan Tikus ke Manusia — Ini yang Harus Anda Tahu

Hasbi Auzan Fadhilah Abhar
Hasbi Auzan Fadhilah Abhar Penulis
01 April 2026

Banyak orang menganggap tikus hanya sekadar hama biasa yang menjengkelkan. Padahal, tikus adalah salah satu hewan yang paling banyak menyebabkan penyakit pada manusia. Ada belasan penyakit yang ditularkan tikus ke manusia, dan beberapa di antaranya bisa berujung pada kematian jika terlambat ditangani.

Yang membuat tikus sangat berbahaya adalah caranya menularkan penyakit itu tidak selalu harus lewat gigitan. Cukup dengan menyentuh bekas urine atau kotoran tikus, atau bahkan menghirup debu di area yang mereka lewati, Anda sudah bisa terinfeksi. Di Indonesia sendiri, kasus leptospirosis — salah satu penyakit yang dibawa tikus — dilaporkan hampir setiap tahun dan merenggut nyawa.

Artikel ini membahas secara lengkap penyakit apa saja yang bisa ditularkan tikus ke manusia, bagaimana cara penularannya, siapa yang paling berisiko, dan apa yang harus Anda lakukan untuk melindungi keluarga.


Bagaimana Tikus Bisa Menularkan Penyakit ke Manusia?

Sebelum masuk ke daftar penyakitnya, penting untuk memahami dulu jalur penularan yang paling umum. Banyak orang baru waspada setelah digigit tikus, padahal risiko penularan sudah bisa terjadi jauh sebelum itu.

Tikus bisa menularkan penyakit melalui empat jalur utama:

Kontak langsung — menyentuh tikus hidup atau mati, terkena gigitan atau cakarannya

Kontak tidak langsung — menyentuh permukaan, makanan, atau air yang sudah terkontaminasi urine, feses, atau air liur tikus

Melalui udara — menghirup debu atau partikel udara dari kotoran tikus yang sudah mengering, terutama saat menyapu atau membersihkan gudang

Melalui perantara — digigit kutu, tungau, atau serangga lain yang sebelumnya menggigit tikus

Jalur ketiga dan keempat inilah yang sering tidak disadari banyak orang, dan justru menjadi penyebab banyak kasus infeksi tanpa riwayat kontak langsung dengan tikus.


7 Penyakit yang Ditularkan Tikus ke Manusia yang Paling Berbahaya

Berikut adalah penyakit akibat tikus yang paling sering terjadi dan perlu Anda waspadai, terutama jika ada tanda-tanda keberadaan tikus di rumah atau tempat kerja Anda.

1. Leptospirosis — Paling Umum di Indonesia

Leptospirosis adalah penyakit bakteri yang disebabkan oleh Leptospira, dan tikus adalah pembawa utamanya. Di Indonesia, penyakit ini menjadi ancaman nyata setiap kali musim hujan tiba, terutama di daerah yang rawan banjir.

Penularannya terjadi ketika urine tikus mencemari air atau tanah, lalu masuk ke tubuh manusia melalui luka terbuka, mata, hidung, atau mulut. Gejalanya mirip flu pada awalnya — demam, sakit kepala, dan nyeri otot — sehingga sering terlambat terdiagnosis. Pada kasus berat, leptospirosis bisa menyebabkan gagal ginjal, gagal hati, bahkan kematian.

2. Hantavirus — Bisa Menular Hanya dari Udara

Hantavirus adalah salah satu penyakit yang paling ditakuti dari tikus karena penularannya bisa terjadi hanya dengan menghirup udara yang terkontaminasi kotoran tikus. Tidak perlu menyentuh atau digigit tikusnya langsung.

Virus ini menyerang sistem pernapasan dan bisa berkembang menjadi Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), kondisi darurat medis dengan tingkat kematian yang cukup tinggi. Gejala awalnya terlihat seperti flu biasa, namun dalam hitungan hari bisa memburuk dengan cepat menjadi sesak napas berat.

3. Pes atau Plague — Penyakit Mematikan dari Abad Pertengahan

Pes adalah penyakit yang dulu pernah menghancurkan jutaan jiwa di Eropa dan Asia. Penyebabnya adalah bakteri Yersinia pestis yang hidup pada kutu di tubuh tikus. Ketika tikus mati dan kutunya mencari inang baru — itulah saat manusia berisiko tergigit dan terinfeksi.

Meski kini sudah ada antibiotik yang efektif, pes masih sporadis ditemukan di beberapa wilayah. Gejalanya mencakup pembengkakan kelenjar getah bening yang menyakitkan, demam tinggi, menggigil, dan lemas ekstrem.

4. Salmonellosis — Masuk Lewat Makanan yang Tercemar

Tikus yang berkeliaran di dapur adalah ancaman serius untuk keamanan pangan. Bakteri Salmonella yang ada dalam feses tikus bisa mencemari permukaan meja, peralatan masak, dan bahan makanan yang tidak tertutup rapat.

Orang yang mengonsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi bisa mengalami salmonellosis, dengan gejala diare berat, kram perut, mual, muntah, dan demam. Pada anak-anak dan lansia, komplikasinya bisa lebih serius dan memerlukan rawat inap.

5. Rat-Bite Fever — Bisa Menular Meski Tidak Kelihatan Luka

Sesuai namanya, penyakit ini umumnya menular lewat gigitan atau cakaran tikus. Namun yang perlu diwaspadai, rat-bite fever juga bisa menular melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi — bahkan tanpa ada gigitan sama sekali.

Gejala yang muncul antara lain demam, ruam kemerahan, nyeri sendi, dan muntah. Jika tidak diobati, bakteri penyebabnya bisa menyebar ke jantung, otak, dan organ lain, yang tentu saja jauh lebih berbahaya.

6. Tularemia — Bisa Menyerang Paru-Paru

Tularemia adalah penyakit bakteri yang bisa menyebar melalui gigitan, kontak dengan jaringan tubuh tikus, atau bahkan menghirup partikel yang terkontaminasi. Penyakit ini terkenal karena jalur penularannya yang beragam dan gejalanya yang bervariasi tergantung dari mana bakterinya masuk ke tubuh.

Jika bakteri masuk lewat pernapasan, misalnya saat membersihkan kandang atau gudang tanpa masker, tularemia bisa menyerang paru-paru dan menyebabkan pneumonia berat.

7. Lymphocytic Choriomeningitis (LCM) — Bahaya bagi Ibu Hamil

LCM disebabkan oleh virus LCMV yang terutama dibawa oleh tikus rumahan. Penularan bisa terjadi melalui kontak dengan urine, feses, atau air liur tikus yang terinfeksi. Bagi kebanyakan orang dewasa, gejalanya mungkin terasa seperti flu biasa.

Namun bagi ibu hamil, LCM adalah ancaman serius. Infeksi pada trimester pertama kehamilan bisa menyebabkan keguguran, sementara pada trimester berikutnya bisa memengaruhi perkembangan otak janin secara permanen.


Siapa yang Paling Berisiko Terkena Penyakit dari Tikus?

Secara umum siapa pun bisa tertular, tapi beberapa kelompok ini punya risiko yang jauh lebih tinggi:

Anak-anak yang sering bermain di lantai atau area yang mungkin dilewati tikus tanpa mereka sadari

Ibu hamil, terutama karena risiko LCM yang bisa berdampak pada janin

Lansia dan penderita penyakit kronis yang sistem imunnya tidak sekuat orang sehat

Pekerja di gudang, dapur besar, pasar tradisional, atau pertanian yang lebih sering bersentuhan dengan lingkungan yang rawan tikus

Warga di daerah banjir atau padat penduduk di mana populasi tikus cenderung lebih besar dan sulit dikendalikan


Tanda-Tanda Ada Tikus di Rumah yang Sering Diabaikan

Salah satu masalah terbesar adalah banyak orang tidak menyadari bahwa rumah mereka sudah jadi sarang tikus. Tikus adalah hewan nokturnal yang aktif di malam hari dan pandai bersembunyi. Berikut tanda-tanda yang perlu Anda perhatikan:

  • Kotoran tikus berbentuk kecil-kecil memanjang, biasanya di sudut ruangan, laci, atau belakang lemari
  • Bekas gigitan pada kemasan makanan, kabel listrik, atau kayu
  • Bau pesing yang menyengat di area tertentu meski sudah dibersihkan
  • Suara mencicit atau suara menggaruk di balik dinding dan plafon, terutama malam hari
  • Jejak kaki atau ekor di permukaan berdebu

Jika Anda menemukan satu atau beberapa tanda ini, kemungkinan besar sudah ada infestasi tikus di properti Anda.


Cara Mencegah Penyakit Akibat Tikus di Rumah

Mencegah selalu lebih mudah dan murah daripada mengobati, baik penyakitnya maupun kerusakan yang ditimbulkan tikus. Berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan:

Tutup Semua Akses Masuk Tikus

Tikus bisa masuk melalui celah sekecil dua sentimeter. Periksa dinding, fondasi, area sekitar pipa, dan ventilasi. Tutup celah-celah tersebut menggunakan kawat besi, semen, atau bahan yang tidak bisa digerogoti tikus.

Simpan Makanan dengan Benar

Jangan biarkan makanan tergeletak terbuka, termasuk makanan hewan peliharaan. Gunakan wadah tertutup rapat berbahan plastik keras atau kaca. Sampah dapur pun harus selalu ditutup dan dibuang secara rutin.

Bersihkan Area Terkontaminasi dengan Cara yang Benar

Jika menemukan kotoran tikus, jangan langsung disapu. Semprotkan dulu dengan disinfektan atau larutan pemutih, tunggu beberapa menit, lalu bersihkan dengan kain atau tisu yang langsung dibuang. Gunakan sarung tangan dan masker selama proses ini.

Segera Tangani dengan Bantuan Profesional

Jika infestasi sudah cukup parah, penanganan sendiri biasanya tidak cukup efektif. Tikus yang terancam cenderung berpindah ke area lain di dalam bangunan, bukan keluar. Jasa pest control profesional bisa melakukan inspeksi menyeluruh, menemukan sarang tikus, dan memberantas mereka secara tuntas dengan metode yang aman.


FAQ — Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Seputar Penyakit dari Tikus

Apakah melihat tikus saja sudah berbahaya bagi kesehatan? Melihat tikus secara langsung belum tentu langsung berbahaya, tapi keberadaan tikus adalah indikasi bahwa area tersebut sudah terkontaminasi urine dan feses mereka yang tidak kasat mata. Risiko penularan penyakit sudah ada sejak tikus itu berkeliaran di tempat Anda.

Berapa lama gejala penyakit dari tikus muncul setelah terpapar? Tergantung jenis penyakitnya. Leptospirosis biasanya menunjukkan gejala dalam 2–30 hari setelah paparan. Rat-bite fever dalam 3–10 hari. Hantavirus bisa memakan waktu 1–8 minggu sebelum gejala muncul, yang membuat banyak orang tidak menyadari hubungannya dengan tikus.

Apakah semua tikus membawa penyakit? Tidak semua tikus pasti terinfeksi, tapi tidak ada cara untuk mengetahuinya hanya dengan melihat. Tikus yang terlihat sehat pun bisa menjadi pembawa penyakit tanpa menunjukkan gejala apapun. Karena itu, setiap tikus harus dianggap berpotensi berbahaya.

Apa yang harus dilakukan jika digigit tikus? Segera cuci luka dengan sabun dan air mengalir minimal 5 menit, oleskan antiseptik, lalu pergi ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan tunggu gejala muncul, karena beberapa infeksi lebih mudah ditangani jika diobati sejak awal.

Apakah tikus yang sudah mati masih bisa menularkan penyakit? Ya, tikus yang sudah mati masih bisa berbahaya. Bakteri dan virus dalam tubuhnya bisa tetap hidup beberapa waktu setelah tikus mati. Selain itu, kutunya akan meninggalkan tikus yang mati dan mencari inang baru, termasuk manusia. Gunakan sarung tangan dan masker saat menangani tikus mati.


Atasi Tikus Tuntas Bersama Hyrdan Pest

Keberadaan tikus bukan masalah yang bisa dibiarkan. Semakin lama dibiarkan, semakin besar populasi mereka dan semakin tinggi risiko kesehatan yang mengancam keluarga Anda.

Hyrdan Pest hadir sebagai solusi penanganan hama profesional yang sudah berpengalaman menangani infestasi tikus di berbagai jenis properti — dari rumah tinggal, ruko, gudang, hingga tempat usaha berskala besar. Metode yang kami gunakan aman untuk keluarga dan hewan peliharaan, namun efektif memberantas tikus sampai ke akar masalahnya.

Jangan tunggu sampai ada anggota keluarga yang sakit. Hubungi Hyrdan Pest sekarang melalui hyrdanpest.com dan dapatkan konsultasi serta penanganan yang tepat.

Artikel Terkait